Artikel terbaru

Tuesday, November 24, 2015

Bertahun-tahun Panuan, Mengapa Tidak Kunjung Sembuh?

Tidak Sedikit orang yg kesal dikala panu menempel di kulit. Dengan Cara Apa tak, gara-gara panu, kecantikan kulit ternodai. Lebih-lebih apabila panu ini sangat susah dihilangkan. Bahkan ada orang yg mesti rela kulitnya ditumbuhi bercak putih sampai bertahun-tahun. Apa sih penyebab panu 'menahun' ini?

panu penyakit
"Panu jikalau diobati bersama pas dapat sembuh, tapi bercak putih akan menetap hingga sekian banyak dikala lamanya tergantung kerusakan sel pigmen kulit akibat metabolit organisme penyebab," jelas dr Niken Wulandari, SpKK, dari RSUD Tangerang, dikala dihubungi detikcom, & ditulis kepada Rabu (15/10/2014).

Dituturkan dr Niken, terhadap pasien dgn kekebalan imunitas badan yg baik, panu mampu sembuh asalkan pengobatan yg diberikan pas. Sedangkan kepada pasien imunokompremais atau pasien dgn kekebalan imunitas yg terganggu atau kurang baik, panu bakal lebih susah buat disembuhkan. Panu serta tak serta-merta sembuh terhadap pasien yg tak tunduk terhadap pengobatan.

"Panu enteng utk disembuhkan bersama obat antijamur tetapi enteng juga utk kambuh kembali jikalau factor predisposisi atau keadaan yg membantu jadi patogen belum bakal disingkirkan, baik endogen ataupun eksogen, contohnya tidak sedikit keringat atau pasien menderita penyakit akibat defisiensi imun," ucap dr Niken.  cara menghilangkan panu tanpa obat obatan

Senada dgn dr Niken, dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK dari D&I Skin Centre serta menyatakan panu biasanya mampu serta-merta sembuh sesudah pengobatan. Tetapi panu kadang jadi menahun sebab kambuh lagi. Lantaran itu dr Nyoman menyarankan supaya dilakukan pencegahan panu bersama mengubah adat.

Menurut dr Nyoman, sesudah pemakaian obat jamur minum atau krim selagi 7-10 hri, rata-rata jamur dapat menghilang, tetapi bercak putih tetap butuh saat 2 pekan - 1 bln supaya hilang keseluruhan. Itu oleh sebab itu amat sering jamurnya telah hilang tetapi bercak putih tetap kelihatan.

"Bercak putih berjalan lantaran jamur membuahkan bahan tertentu yg menghilangkan pigmen kulit juga perihal jamur bersifat menghalangi paparan sinar matahari ke kulit," ucapnya.

dr Susie Rendra SpKK dalam rubrik konsultasi di DetikHealth mengemukakan obat-obat panu yg bersifat antijamur, rata rata sanggup mengatasi penyakit itu. Tetapi kala sembuh, kerap kali warna putih di kulit masih bersi teguh. Itu maka dari itu tidak sedikit yg mempunyai anggapan panunya belum sembuh. Padahal yg tersisa barangkali bekasnya, sedangkan jamurnya telah mati.

"Obat-obat panu kebanyakan bekerja membunuh jamur, tetapi tak menghilangkan second putih. Second putih rata rata bakal menghilang dengan cara perlahan bersama sendirinya, atau dipercepat bersama tidak sedikit berjemur," tutur dr Susie.

Sementara menurut dr Irma Bernadette Tiorita Simbolon SpKK dari Cosmetic Dermatology Division Department of Dermatovenereology Faculty of Medicine Kampus Indonesia, sekian banyak literatur melaporkan bahwa ada jalinan antara golongan Malasezzia, jamur penyebab panu, dgn asam lemak tertentu kepada kulit. "Jadi sekali satu orang itu menderita panu, walaupun terhadap satu ketika dapat sembuh, konsisten sanggup muncul lagi," papar dr Irma.

Apakah elemen genetika berpengaruh kepada risiko seorang terkena panu? "Panu dikarenakan elemen genetik didasarkan terhadap studi komunitas yg sudah dilakukan di sekian banyak negeri bersama memanfaatkan kuesioner & silsilah keluarga hingga tiga generasi, tetapi mekanisme tentu hingga diwaktu ini belum akan dibuktikan & memerlukan penelitian lebih lanjut," terang dr Niken.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Bertahun-tahun Panuan, Mengapa Tidak Kunjung Sembuh?

0 comments:

Post a Comment